Thursday, September 12, 2013

Azan Mengguncangku dan Jiwaku Dipenuhi Kebahagiaan

>


Fatima Mik Davidson adalah seorang Menteri Pembangunan Sosial dan Pemerintah Lokal Republik Trinidad dan Tobago. Sebelum memeluk Islam namanya ialah Model Donafarnik Davidson. 
 
Mengenai bagaimana dia memeluk Islam, dia mengatakan,"Saya menolak penuh ide yang menyebut saya menerima Islam tahun 1975 dengan meninggalkan Kristen. Sebenarnya memang agak sulit untuk dipahami dan menjelaskan apa sebenarnya terjadi." 
 
"Saya akan membawa anda ke tanggal 9 Maret 1950, hari dimana saya seharusnya didaftarkan ke Biara Kristen. Pagi itu ketika bangun dari tidur, saya dengar suara kumandang azan di telinga saya dan suara menguncang seluruh tubuh saya. Lho! Saya telah kembali kepada Islam."
 
Saya tidak begitu tahu apa yang menimpa diri saya, sekalipun demikian saya enggan masuk biara. Selepas beberapa tahun berlalu, dalam upaya mencari bimbingan Allah, saya berhasil mendapatkan sebuah al-Quran terjemahan. Sayapun dengan segera mengimaninya. 
 
Kebetulan pada ketika itu saya menemui ulama muslim bernama Maulana Siddiq dari Pakistan dan seorang ulama India bernama Syeikh Ansari. Saya berbincang panjang dengan mereka berkaitan alam dan apa yang saya rasakan dalam hati saya, sedemikian detil sehingga mereka mengatakan bahwa: Syukur kepada Tuhan, anda adalah seorang Muslim! 
 
Anda kini adalah seorang muslimah. Bacalah apa yang anda inginkan, masuklah ke masjid dan tunaikan shalat. Kami bersedia untuk menerima anda, setiap kali anda merasakan sesuatu yang harus anda pelajari.


 
Iman adalah kebahagiaan
Saya merasa sungguh bahagia. Sejak hari itu saya merasakan jiwa saya dipenuhi dengan rasa kebahagiaan iman dan dengan penuh cinta dan penghormatan tinggi terhadap Nabi Muhammad saw.

Walaupun secara formal saya memeluk Islam pada tahun 1975, saya telah menjadi Muslim selama 33 tahun, sejak saya mendengar suara azan di dalam telinga saya dan saya enggan masuk ke biara. Jiwa saya memproklamasikan: Allahu Akbar; Allah Maha Besar.
 
Saya merupakan perempuan kulit berwarna yang pertama masuk masjid. Ini merupakan upaya menggalakkan kepada banyak muslimah lain untuk masuk ke masjid, terutamanya Masjid Anjuman Jami' Sanatal yang dibangun oleh ulama besar Dr. Syeikh Ansari di kota Francis Trinidad. Pemimpin kontemporernya ialah Haji Shafiq Muhammad.
 
Sebelum ini, penduduk di sini berpandangan bahwa Islam merupakan agama orang-orang India yang mengikuti pelbagai macam mazhab agama. Mereka pikir bahwa Qadianisme dan Ahmadisme sangat penting.
 
Kemudian, berseiringan dengan meningkatnya jumlah penduduk pulau, mayoritas berasal dari Afrika, memeluk Islam, sehingga penduduk Muslim menjadi 13 persen dari jumlah penduduk keseluruhan. Waktu itu 31 persen penganut Katolik, 27 persen Protestan, 6 persen Hindu, dan yang lainnya 23 persen.
 
Dampak terhadap tanggung jawabnya
Berkaitan dengan dampak selepas dia memeluk Islam terhadap pekerjaannya dimana penduduk Muslim adalah kelompok minoritas, dia berkata,"Islam meminta kita melaksanakan pekerjaan kita secara efisien dan jujur dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam secara penuh keikhlasan. Saya tidak pernah berbohong baik dalam bekerja atau kehidupan pribadi saya."
 
"Dengan segala usaha dan kesadaran yang penuh, saya menolak segala perkara yang bertentangan dengan Islam. Berkaitan dengan kesan ke atas pekerjaan saya, hal itu merupakan karunia dan kebaikan. Malah mantan perdana menteri dulu menasihatkan saya untuk mengunjungi Mesir. Karena ia merupakan tempat Universitasal-Azhar yang terkenal dan sumber peradaban. Dia sering berbicara banyak berkaitan Islam."
 
Ketika saya memohon kepada perdana menteri saat ini untuk mengizinkan saya mengunjungi Mesir selaku Menteri Pembangunan Sosial dan Pemerintahan Lokal, dia setuju dan menasihati saya untuk berkunjung ke al-Azhar dan Dewan Tinggi Urusan Islam berkaitan aktivitas yang begitu banyak kami dengar saat berkunjung ke Amerika Serikat dan Inggris.
 
Saya mengambil bagian dalam pemilihan umum parlemen beberapa kali dan berhasil meraih kedudukan walaupun saya seorang muslimah. Saya juga bekerja sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan juga sebagai menteri di kabinet, walaupun saya seorang Muslimah.
 
Saya ingin memberitahu satu hal penting. Republik Trinidad dan Tobago membenarkan libur resmi pada Hari Raya Puasa dan Hari Raya Haji. Umat Islam bebas untuk merayakan bulan suci Ramadan di rumah-rumah mereka dan di masjid-masjid di seluruh negara.
 
Saya menyeru kepada dunia Islam untuk bersatu karena persatuan adalah kekuatan, terutama dibawah naungan agama terbaik Islam yang telah membawa persamaan kepada manusia dan mengatur hubungan dan urusan kita.

Maka adalah sangat penting dunia Islam harus berhenti berperang dengan negara lain. Adalah mungkin untuk mengatasi segala kesulitan dan perselisihan dengan negosiasi, konsultasi dan saling memahami.
 
Allah telah membimbing saya kepada Islam dan saya berdoa semoga Allah membimbing umat Islam kepada persaudaraan dan kedamaian sehingga mereka bisa menjadi komunitas terbaik yang telah diangkat untuk manusia pada zaman ini. (IRIB/Islamweb.net)



​​​​​​​​​​​​​​​​​​​

0 comments:

Post a Comment